Dualitas, absurditas, relativitas

Sudah hampir 10 tahun berlalu sejak saya aktif menulis puisi dan bentuk sastra lainnya. Hari ketika saya merayakan Nyepi, Saraswati, dan New Moon sekaligus, kata-kata mengalir begitu saja menjelma menjadi tiga buah puisi singkat. Yang saya sadari setelah saya membaca kembali ketiganya adalah puisi saya sudah jauh berbeda dari segi tema dan gaya penulisan (mungkin kapan-kapan saya akan post puisi-puisi lama saya yang masih tersisa).

Dualitas

Ketika hitam berubah putih

Atau sebaliknya

Tak bisa lagi kau bedakan

Mana yang surga

Mana yang neraka

Siapa yang himsa

Siapa yang ahimsa

Bagi yang biasa, yang luar biasa itu ilusi

Bagi yang luar biasa, yang biasa itu ilusi

Tak bisa lagi kau bedakan

Absurditas

Pilih mana

Surealis atau realis

Jika realis, maka mimpimu adalah mimpi

Kenyataanmu adalah kenyataan

Jika surealis, maka kenyataanmu adalah mimpi

Mimpimu adalah kenyataan

Pilih mana

Optimis atau pesimis

Jika optimis, yang tak ada kau bilang ada

Yang pailit kau bilang untung

Jika pesimis, yang ada kau bilang tak ada

Yang untung kau bilang pailit

Pilih mana

Memilih atau tidak memilih

Relativitas

Hari itu aku melihat

Para arwah menyeberangi jembatan warna-warni

Jembatan pelangi, konon katanya

Hari ini aku membayangkan

Aku menyeberangi jembatan warna-warni

Jembatan pelangi, aku percaya

Hari esok aku menyeberangi

Jembatan warna-warni

Jembatan pelangi, nyatanya

“Ternyata betulan”, gumamku

 
Satya

Satya

Satya uses tarot and oracle cards as tools to guide and heal others, in which meditation is incorporated to help her get centered and align with her higher self. Satya is also passionate about flower and plant healing with trainings in Bach Flower Remedies. She is the author of self-published book "Star and The Dust", a compendium of poetries exploring wisdom from earth and wisdom from stars and how to bridge both.

Satya loves mathematics and science, also esoteric and metaphysical things. She loves gazing upon the stars, also walking in a garden full of flowers. She loves working with numbers, also with words. Besides growing House of Prajna with her husband, Jati, she is currently pursuing her PhD in Operations Research at North Carolina State University in the USA. Satya believes that science and spirituality are a “twin flame”; to her, both of them speak the same thing with just different languages.

Visit her on IG @satyapparamita